Rabu, 26 November 2014

Antara Buta Atau Gengsi



Bak sebuah pesawat terbang dengan 2 pilot yang handal dan teknisi yang memastikan mesin dalam kondisi baik-baik saja, musim lalu, pesawat Liverpool hampir selesai mengelilingi dunia, hanya saja diakhir perjalanannya, mesin pesawat seperti kehabisan bensin dan memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di perbatasan akhir sebelum selesai mengelilingi dunia. Betul kata Ariana Grande “almost is never enough”.

Musim ini, dengan sebagian teknisi baru, Liverpool memutuskan kembali untuk menyelesaikan impian mereka yang “hampir” itu. Sang kapten, pilot utama Brendan Rodgers bergerak cepat di bursa musim panas  kemarin. Dengan dana pengeluaran yang mencapai sekitar 120 juta poundsterling, sang kapten berhasil menggaet Dejan Lovren, Rickie Lambert, Lazar Markovic, Divock Origi, Emre Can, Adam Lallana, Mario Balotelli, menarik kembali Fabio Borini serta meminjam Alberto Moreno dan Manquillo dari pesawat mereka sebelumnya.  Sayangnya, setiap yang datang pasti ada pula yang pergi. Musim ini  Livepool harus kehilangan Daniel Agger yang memutuskan kembali sebagai teknisi di pesawat lamanya, Martin Kelly teknisi tampan yang dijual ke pesawat Crystal Palace, Aly Cissokho teknisi dengan sejuta pesonanya musim lalu juga berlabuh di pesawat Aston Villa. Iago Aspas, Victor Moses,  sama Luis Alberto bisa di-skip aja lah ya? Yang paling berpengaruh tentu saja Liverpool kehilangan sang teknisi yang siap dalam apapun kondisi pesawatnya. Suarez. Jika pesawat sedang bermasalah, dan teknisi lain tidak bisa membetulkan jalannya mesin, Suarez datang sebagai penyelamat. Dengan segala keahliannya, Suarez juga membantu teknisi lain untuk menyelamatkan pesawat dari kerusakan. Tercatat musim kemarin Liverpool berhasil membuat 101 gol dengan Suarez sebagai top skor lewat 31 golnya, diikuti dengan Daniel Sturridge dengan 21 gol dibelakangnya. Hasil yang fantastik tentunya. Dengan segala kontroversi dan juga keahliannya, pesawat Barcelona berani membayar sang teknisi untuk bergabung dengan mereka. Seharga 70 juta pun dikeluarkan. Setelah resmi bergabung, Suarez sempat kembali ke Anfield. Bukan, bukan karena tidak sanggup meninggalkan Liverpool, melainkan hanya untuk mengambil pakaiannya saja yang tertinggal disana dan mengabadikan moment terakhir ia bersama sang kapten, Gerrard.

Seiring berjalannya waktu, Liverpool yang musim lalu sangat ketergantungan Suarez dengan memasang dirinya disetiap pertandingan mulai merasakan efek sampingnya. Pesawat terbang tidak stabil di musim ini. Diawal penerbangan, memang Liverpool begitu meyakinkan dengan mengalahkan Southampton 2-1 tapi setelahnya Liverpool kembali dihajar sang juara bertahan Manchester City 3-1, lalu kembali melampiaskan kekalahan kepada Tottenham Hotspur dengan menjejalkan 3 gol tanpa balas di gawang mereka, tapi Aston Villa kembali mempermalukan Liverpool 0-1 di kandang mereka. Melihat rentetan hasil ini, masalah sebenernya mulai terlihat. Mari saya bahas.

Pada bursa transfer musim panas kemarin, sang manager Brendan Rodgers membeli begitu banyak pemain. Tentunya maksud sang pelatih adalah untuk menjaga kedalam skuad, karena Liverpool memang kembali ke Liga Champions pada musim ini. Tapi entah apa yang dipikirkan pelatih dan juga para petinggi Liverpool, kedalaman skuad yang mereka maksud adalah dengan membeli para pemain muda berpotensi yang pada akhirnya harapan mereka sang pemain bisa menjadi pemain jangka panjang untuk Liverpool. Tapi justru disini saya sebagai pengamat (abal-abal) dan juga pendukung merasa kurang yakin. Karena apa? Sekumpulan pemain yang Liverpool beli adalah pemain muda yang bahkan belum lama bersinar dan punya pengalaman cukup di Liga Champions. Jika pun ada yang sudah terlihat mumpuni,  ia adalah Mario Balotelli seorang, padahal maksud sang manager membeli mereka adalah untuk menjaga kedalaman skuad karena Liga Champions bukanlah liga yang sembarangan, pemain top Eropa berserakan disana layaknya sampah di Indonesia.

Lalu apa akibatnya?

Bergabung di Grup B bersama Real Madrid, FC Basel, dan Ludogoretz, Liverpool hanya meraih satu kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Dan total gol yang dilesatkan hanya 4, itu pun semuanya bersarang di gawang Ludogoretz, klub yang saya baru pernah dengar namanya. Bahkan sampai matchday ke-5 ini, Liverpool masih harus berjuang keras untuk memperebutkan tiket terakhir dengan kembali melawan FC Basel pada 9 Desember mendatang di Anfield. Tidak boleh ada hasil imbang apalagi kalah, menang adalah satu-satunya jalan agar Liverpool masih bisa bernafas lebih panjang di Liga Champions, minimal masuk babak 16 besar. Entah akan bertemu siapa nanti, saya tidak berharap dipertemukan dengan Bayern Muenchen atau Barcelona, karena sudah malas melihat Suarez mencetak gol dan memutuskan harapan, luka lama mendukung Inggris di World cup belum juga hilang.

Kalau begitu, apakah 120 juta terbuang sia-sia? Ah mungkin, masih ada harapan di liga Inggris kan? Kalau begitu mari saya bahas.

Setelah rentetan hasil yang tidak stabil tadi, Liverpool kembali harus kehilangan Daniel Sturridge, harapan satu-satunya di Lini depan. Belum ada yang bisa diandalkan di lini depan. Balotelli, Lambert dan Borini belum menemukan permainan terbaik mereka. Padahal di klub sebelumnya, Rickie Lambert adalah ujung tombak yang tajam, dan saat dipinjamkan ke Sunderland, Borini juga dipercaya menjadi penghukum bagi bek-bek yang lengah. Mario Balotelli pun begitu. Tapi di Liverpool semuanya berubah menjadi tumpul, setumpul…. Ya gitulah.

Dipercaya oleh Rodgers menjadi single striker di setiap laga, Balotelli adalah harapan besar untuk Liverpool. Pun fans pasti mempunyai harapan yang tinggi terhadap Balotelli. Tapi bahkan sebiji gol pun belum disarangkan Balotelli di liga Inggris. Ada apa? Hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang tau kebenarannya. Seiring Balotelli cedera, Lambert pun dipercaya menjadi harapan. Alhasil ia bisa mencetak gol melawan Crystal Palace kemarin, walaupun pada akhirnya Liverpool harus keluar lapangan dengan diam tanpa kata setelah papan skor menunjukkan hasil 3-1 untuk Palace. Lambert pun kembali menyumbang gol saat melawan Ludogoretz tadi malam, setelah itu kembali Liverpool harus menerima hasil yang kurang memuaskan setelah melihat papan skor menunjukkan 2-2 di akhir pertandingan. Tapi ada sisi positif yang bisa kita lihat disini, bahwa Lambert mungkin bisa diandalkan menjadi ujung tombak Liverpool.

Mundur ke posisi dibelakangnya. Midfielder. Saya harus mengatakan ini walau berat rasanya. Bahwa, sepertinya Rodgers harus mencoba menyimpan Steven Gerrard di bangku cadangan. Atau, jangan pernah menjadikan Steven Gerrard sebagai Defending Midfielder. Karena pada statistic yang saya dapat, sang kapten mengalami penurunan jauh kalau kita bandingakan dengan musim lalu. Mungkin Brendan Rodgers bermaksud menjadikan Gerrard sebagai pengatur serangan dan bisa membantu lini pertahanan Liverpool, tapi sampai matchday 12 kita bisa melihat kalau tidak ada variasi serangan pada Liverpool. Bahkan, dengan memarking Gerrard, serangan Liverpool seperti dikunci saat melawan Aston Villa pada September yang lalu. Joe Allen dan Emre Can jauh lebih baik di posisi ini, tapi Rodgers tetap pada pendiriannya. Ya sudahlah.

Masuk ke barisan pertahanan. Ini sangat rapuh. Lapuk. Masalah yang belum juga menemukan solusinya.
Pada musim kemarin, Liverpool mungkin duduk di peringkat 2 klasmen. Tapi itu juga berkat duet maut SAS yang dapat membalas setiap gol yang bersarang di gawang Liverpool. Seseorang pernah berkata “ klub yang kebobolan lebih dari 50 gol, tidak pantas duduk di posisi 2” benar memang. Beruntung kita memiliki SAS.
Musim ini Liverpool memiliki Dejan Lovren, Martin Skrtel, Glen Johnson, Alberto Moreno, Manquillo, Enrique, Flanagan, Kolo Toure dan Sakho. Tidak ada yang meragukan kemampuan mereka sebenarnya, tapi sampai matchday 12 ini Liverpool selalu kebobolan, hanya melawan Hull City dan Tottenham saja Liverpool mampu merain clean sheet. Yang lebih buruknya, Liverpool hampir selalu kebobolan pada 10 menit terakhir. Bisa kita lihat apa yang sudah terjadi saat melawan Everton, QPR, dan Crystal Palace itu sungguh membuat KZL kan? Saat melawan Downing dkk kita bahkan kebobolan 2 gol di 10 menit awal. Lebih parah.
 Sayang Sakho dan Flanagan cedera, padahal mereka adalah pejuang musim lalu yang sangat berjasa pula. Kolo Toure musim ini bermain bagus. Terlihat saat melawan Madrid, ia berhasil membuat CR7 frustasi dengan memarking ketat. Manquillo pun begitu. Tapi Rodgers selalu memainkan Glen Johnson dan Lovren sebagai starter. Padahal kita sebagai fans yang memang tidak lebih pintar dari Rodgers pun sudah tau kalo mereka pantas duduk di bangku cadangan, menemani sang kapten Steven Gerrard. Terlebih lagi Johnson selalu telat untuk mundur ke belakang. Memang tugas seorang full back adalah membantu serangan, tapi ia menganggap dirinya Lionel Messi. Lalu lupa kembali. Dan skenario terburuk pun terjadi, sang center back tidak mampu menutup ruang kosong yang ditinggalkan GLEN7O dan papan skor pun berubah 1-0. Mignolet memang tidak sepenuhnya pantas disalahkan atas apa yang terjadi  tapi sebagai seorang kiper, 50 kebobolan di musim lalu sudah menjawab semuanya.

Lalu apa solusinya?

Kita bisa lihat kalau Rodgers punya pendirian yang teguh, layak batu karang yang dihempas sang ombak. Tapi tetap memainkan Johnson, Lovren, Gerrard, dan Balotelli di setiap pertandingan bukanlah sebuah solusi. Rodgers seperti orang buta yang tidak melihat apa yang mereka lakukan dan ulangi di setiap pertandingannya. Kesalahan demi kesalahan yang sama selalu terlihat, tapi Rodgers tetap saja tidak terbantahkan. Emre Can bagus dalam menjaga kedalaman, saat melawan Chelsea kita bisa melihat itu. Pun Kolo toure dan Manquillo. Lambert juga sudah menunjukkan bukti bahwa ia lebih pantas dipilih sebagai starter daripada Balotelli dalam 2 pertandingan sebelumnya.

Lalu pergantian pemain yang tidak tepat juga masalah. Seperti contoh pada saat melawan Crystal Palace kemarin Lallana bermain sangat baik dengan memberikan assist kepada Lambert, tapi Rodgers malah mengganti Lallana bukan Sterling yang pada saat itu tidak diketahui keberadaanya di lapangan. Masalah seperti ini hanya Rodgers yang punya kendali, kita sebagai penonton hanya bisa ngetweet.

Lalu bergerak cepat di bursa transfer musim dingin mendatang. Ini penting bagi kita Liverpool. Menutup posisi yang rapuh dengan membeli pemain yang bagus di posisinya. Seperti contoh kiper, kita harus melirik beberapa kiper bagus yang kurang digunakan dalam klubnya, seperti Petr Cech. Lupakan sementara rivalitas, ini soal memperbaiki tim. Lalu kalau lini depan tidak kunjung membaik, kita juga harus membeli pemain dengan kelas bintang. Ibaratnya, lebih baik seorang Megan Fox daripada satu kompi anak JKT48. #apeuh

Skenario terburuk jika Rodgers masih belum bisa memperbaiki apa yang sudah diperbuatnya, mungkin petinggi Liverpool akan mencari solusi pelatih baru. Jurgen Klopp dan Rafel Benitez yang gencar diperbincangkan baru-baru ini. Tapi untuk saat ini, saya masih percaya dengan Rodgers. Karena setiap kegagalan pasti akan menemukan jawaban. Atau mungkin Rodgers harus segera berdamai dengan istri tuanya. Siapa tau ini doanya dia kan...

Mungkin segitu dulu kesotoyan ini. Sebagai penggemar saya tidak ingin club yang saya banggakan jatuh terpuruk. Tapi juga salah kalau kita hanya memberikan komentar positif atas kesalahan-kesalahan yang sama yang sudah dilakukan dan diulangi. Mengkritik itu penting. Tapi tentu dengan batas-batas yang wajar.
Mohon maaf jika ada yang salah. Sesungguhnya kebenaran hanya milik Tuhan semata. 
Sekian. Salam olahraga.

Selasa, 21 Oktober 2014

Yaelah, bro

Semua orang pernah menyebalkan. Semua orang pernah sebel sama seseorang. Menurut saya, itu wajar karena kita bukan hidup di Mars, kita gak hidup di planet yang tanpa penghuni, kita hidup di Bumi yang penuh dengan orang-orang dengan berbagai sifat yang kita gak tahu apakah dia pemarah, pemalu, atau gak tau malu.
Kita percepat pembahasannya, hingga suatu hari seseorang mulai membuat sebuah akun sosial media bernama Twitter. Menurut saya, twitter adalah suatu sosial media yang cukup banyak digemari. Saya sendiri suka main twitter, saya suka nge-tweet, saya suka berbagi apa yang sedang saya pikirkan disana, saya senang menuangkan ide yang saya dapat dan berbagi ide disana, saya senang mengetahui apa yang sedang orang lain pikirkan disana, saya senang. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya menyebalkan.
Begini...
Dalam twitter, ada yang namanya following dan follower.
Follower adalah akun orang yang memutuskan untuk mengikuti akun kita. Seorang follower bisa membaca apa yang dibagi/ditweet oleh akun yang dia ikuti. Contohnya, saya tweet "Aduh hari ini panas, jadi tambah galau". Tweet saya ini akan terlihat di lini masa orang yang memutuskan untuk mem-follow saya.
Sedangkan following adalah akun orang yang kita putuskan untuk diikuti. Misalnya saya mem-follow akun @pandji, berarti saya bisa membaca apa yang akun @pandji bagi atau tweet.
Yang saya permasalahkan adalah, menurut saya, saya tidak pernah mem-follow orang yang salah. Saya bahkan pilih-pilih dalam mem-follow orang. Jika tweet-tweet nya menarik, saya akan follow akun tersebut. Tapi seiring berkembangnya sosial media, sekarang orang tidak hanya menggunakan twitter saja. Ada yang menggunakan instagram, path, dan sebagainya. Nah disini orang-orang yang saya follow berubah menjadi menyebalkan...
Mari bahas satu persatu.

Galau over capacity tweets
Galau itu lumrah. Galau itu wajar. Sebagai manusia, saat perasaan kita tersakiti pasti kita sedih dan butuh seseorang untuk dijadikan teman bercerita. Saya memaklumi jika ada orang yang ngetweet galau, karena saya tahu, saat saya galau saya pun pasti akan curhat di twitter kalau tidak ada teman untuk diajak berbagi cerita. Hanya saja, kadang orang tipe ini terlalu berlebihan. Seakan 7-8 tweets (1120 karakter) belum bisa mewakili apa yang sedang ia rasakan. Lalu mereka, me-retweet tweet dari akun-akun yang lebih galau dari mereka. Kalian pasti tau lah.... Ini kan nyebelin. Banget.
Tujuan saya pakai twitter karena saya pengen seneng-seneng, cuma pengen liat tweet-tweet lucu yang membuat saya lupa sebentar sama dunia nyata, pengen berbagi ide disitu, kalau begitu masuk twitter langsung disuguhi tweet galau yang macem begini. Haduh....
Ibaratnya, saya baru putus sama pacar saya, lalu saya memutuskan untuk pergi ke diskotik untuk mabuk-mabukan, joget-joget random, biar saya lupa saya baru aja diputusin pacar saya. Eh begitu masuk diskotik ternyata malah orang-orang bahkan sampe penjaga bar nya minta curhatnya didenger sama saya. Iuhh...

Ask.fm users
Nah ini nih yang lebih nyebelin. The "Eh tanya gue dong" guys. Semenjak aplikasi ini booming, orang-orang pada pake ini. Sebenernya gak masalah sih pakai aplikasi ini, yang jadi masalah adalah ketika yang pakai aplikasi ini memutuskan untuk di-connect-in ke twitter. Ini apa banget sih...
Seakan-akan si user ini ngerasa dirinya keren kalo banyak nanyain dia. Padahal annoying.
Saya pernah penasaran dengan apa sih yang orang lain tanyakan kepada si user ini, dan masuklah saya ke akun ask.fm-nya untuk stalking. Si user ini cewek. Dan saya kaget, masa iya ada yang nanya "Ukuran BH lo berapa?" "Eh toket lo besar juga ya"
INI APAAAA -_-
Udah tau gitu masih aja dipublish ke twitter.
Terserah lo memang mau pake aplikasi itu apa enggak. Terserah lo memang mau nanggepin pertanyaan macem begitu apa enggak. Tapi simpan pertanyaan itu untuk lo aja sih, kenapa harus di-publish ke twitter segala. Kalo misalnya ada 10 orang disurvey, gue yakin 9 jawab terganggu, sisanya bodo amat. Paling diblock.

The "Kurang kerjaan" Guys
Yang satu ini sama kayak akun BOT. Ngeselin. 
Biasanya orang-orang begini entah kurang kerjaan atau apalah saya kurang ngerti. Kalau kalian tau, di twitter itu ada akun namanya @MensenAh atau apa lah itu. Akun ini kerjaan nanya mulu. Bukan salah akun ini sebenernya, dia cuma nanya doang, walaupun keseringan. Yang salah itu orang-orang yang nge-retweet. Memangnya di dunia nyata lo ngapain aja sih sampe harus twitter yang nanya. Memangnya selama lo menghabiskan 24 jam dalam sehari itu nggak ada satupun orang yang nanya sama lo?
Nih gue kasih saran ya, kalo hidup lo emang kurang pertanyaan, mending lo buka tuh youtube, lu ketik "Dora the explorer", abis itu lo tonton tuh dari episode 1 sampe di Dora nya pacaran sama Boots.

Selfie dulu kakak 
Gara-gara filter instagram dan 360, linimasa twitter gue penuh muka orang-orang narsis. Gak cuma muka doang yang narsis, sampe makanan aja ikut narsis. Saya gak ada masalah sama hobi foto, tapi gak tiap hari juga lah, mbak. Dan gak makanan juga kali. Makanan yang lo foto gak akan berubah rasa jadi 2 kali lipat lebih enak dari sebelom lo foto kok.

Repath ya
Nih gue kasih link aja deh tentang path users. Dari Skinnyindonesian24 https://www.youtube.com/watch?v=8_WAYyMm-eA untuk path users.

Itu lah orang-orang menyebalkan yang ada di linimasa twitter saya. Orang-orang kayak gini biasanya saya mute aja. Kalo masih begitu juga, unfollow aja deh. Unfollow itu bukan berarti musuhan. Kalo memang merasa terganggu gak ada salahnya. Atau, mending jujur-jujuran aja deh sama si user-nya. Dari pada salah paham. Lagian lucu kalo udah temenan lama, tapi jadi renggang gara-gara twitter doang (?)
Yaelah, bro....
 
 


Kamis, 29 Mei 2014

Indonesian Kopite Story.

Sore itu, setelah mandi karena baru pulang bermain futsal, saya menyibukkan diri sendiri dengan bermain handphone. Biasa nya saya hanya membalas pesan yang masuk atau sekedar ‘bermain’ di dunia maya, mencari tahu hal-hal apa saja yang sudah saya lewatkan selama beberapa jam yang saya habiskan untuk bermain futsal. Mungkin saya terkena Fomophobia (Fear of missing out phobia) atau lebih sederhana nya ‘takut ketinggalan berita’ :))) 

Saat sedang asik membaca timeline di Twitter, mata saya terpaku pada sebuah tweet dari @aMrazing dengan menyertakan hastag #InggrisGratis. “Apa nih?” Tentu saja saya ingin tahu. Setelah stalking beberapa tweet nya, saya menemukan link yang ternyata itu adalah sebuah event (saya tidak tahu tepat nya, mungkin bisa dibilang lomba) menulis yang diadakan oleh @MisterPotato_ID dan berhadiah jalan-jalan dengan destinasi ke Inggris.
“Waw” saya benar-benar tidak percaya dengan apa yang saya lihat. “Inggris gratis.. Inggris gratis” kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala saya. Bayangkan saja, jika anda adalah seorang yang memimpikan sesuatu yang mungkin bagi anda terlalu mustahil untuk didapat, dan tiba-tiba anda menemukan suatu cara untuk meraih mimpi itu, bagaimana mungkin anda tidak senang? Bagaimana mungkin anda tidak menjadi ‘norak’ seperti saya? Kalau untuk dikatakan ‘norak’ mungkin memang betul, saya bahkan belum pernah jalan-jalan dengan destinasi ke luar negeri.  Tentu tidak semua orang termasuk saya, dilahirkan dari keluarga yang royal, yang mungkin bagi mereka ke luar negeri itu sama seperti Jakarta - Bandung. Tentu tidak.

       Dari sekian banyak Negara untuk disinggahi sebagai destinasi jalan-jalan atau liburan, dalam daftar impian saya, Inggris ada di urutan pertama diatas Amerika. Karena apa? Karena banyak sekali tempat-tempat menarik yang ingin saya kunjungi disana. Saya memang tidak mengenal  Inggris luar dan dalam, karena saya bahkan belum pernah kesana. Saya juga tidak terlalu mengerti tentang tempat-tempat yang biasa orang kunjungi saat liburan ke Inggris seperti London eye, menara Big Ben, King’s Cross Station atau sebagai nya. Saya hanya membaca atau sekedar mencari tahu tempat apa itu lewat internet. Tapi yang saya benar-benar tahu dan yakin akan tujuan saya ke Inggris tentu saja ‘Anfield’.

Anfield adalah salah satu stadion sepakbola di tanah Inggris. Bagi para pecinta dunia sepakbola khusus nya pencinta klub Liverpool tentu sudah tidak asing mendengar nama ini. Rumah bagi para pemain Liverpool ini memang sangat diimpikan Kopite (sebutan untuk pendukung Liverpool di luar Inggris) di seluruh dunia untuk bisa masuk dan ikut merasakan atmosfer saat klub kesayangan mereka bertanding. Saya yang hanya bisa menyaksikan mereka dari layar kaca saja bisa ikut membayangkan dan merasakan panas nya atmosfer disana.  Menit demi menit mereka bernyanyi, berteriak, dan mengibarkan bendera, seakan seperti mengajak “kemari lah, kita dukung para pemain ini”. Oh my god, I’ll be there.  Sebuah pepatah pernah mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’, oleh karena itu saya akan menceritakan sedikit kisah bagaimana saya bisa jatuh cinta dengan Liverpool dan dunia sepakbola.

Begini…

Saat saya masih kecil, saya hidup di dalam sebuah asrama yang isi nya semua adalah anak laki-laki. Setiap hari nya kegiatan kita selalu monoton, bangun pagi – sekolah – belajar – tidur – bangun lagi. Di setiap sore hari sehabis belajar, anak-anak selalu bermain di sekitar asrama. Saya dan teman-teman yang mempunyai hobi yang sama selalu menyempatkan bermain sepakbola. Kecintaan saya terhadap sepakbola memang bukan hal yang baru, tapi sudah sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Dulu saya hanya mengerti asik nya bermain tapi tidak mendalami tentang dunia sepakbola, sampai suatu hari kebiasaan saya membaca koran di setiap pagi sehabis pulang dari gereja mengenalkan saya pada Liverpool. Setiap minggu pagi saya selalu melakukan hal yang sama, duduk di depan rumah pastur dan membaca Koran mencari topik terbaru seputar Liverpool. Sayang nya, tidak setiap minggu nya ada koran yang mengangkat topik tersebut. Tapi rasa ingin tau saya tentang dunia sepakbola cukup dalam dan membuat saya tetap membaca apapun artikel yang disediakan.

Hari sabtu  seperti surga bagi kita. Karena keesokan hari nya bukan hari sekolah, kami dibebaskan bermain seharian. Pada malam hari, kita biasa nya berkumpul di ruangan yang cukup besar dan dengan TV yang ukuran layar nya cukup lebar. Tidak seperti layar bioskop, tapi cukup untuk bisa kami nikmati bersama. Yang jadi masalah adalah,TV yang hanya 1 dan ditonton oleh sekian banyak anak, berarti kita hanya menikmati satu acara saja, itu pula tergantung voting dari anak-anak. Ada yang ingin menonton acara A, lalu kalau di acara A sedang iklan, mereka ganti channel  ke acara B, begitu seterusnya. Lucu nya, anak-anak yang menyukai sepakbola biasa nya mendominasi peraihan voting, termasuk saya. Saat itu, saya memang suka bermain sepakbola, membaca artikel tentang sepakbola, tapi ketika menonton pertandingan sepakbola di TV saya tidak begitu suka. Yang ada saya selalu tertidur sebelum pertandingan nya selesai. Bukan apa-apa, nama nya juga masih kecil, kalau disuguhi acara seperti itu ya wajar :)))

Mulai beranjak remaja, kecintaan saya terhadap dunia sepakbola sudah setingkat lebih maju. Hal memalukan seperti ketiduran saat nonton bola sudah hilang. Saya aktif dalam ekskul sepakbola di sekolah. Bahkan menjadi pilihan utama dalam skuad untuk lomba setengah tahunan antar kelas. Tapi satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah saat nama saya tidak terpanggil untuk masuk ke dalam tim untuk Pekan Olahraga Nasional. Kecewa. Dan saya masih ingat betul kata-kata guru yang melatih saya “Kamu main bola nya memang bagus, tapi tadi saya lihat kamu gak ada semangat”. Betul apa yang dikatakan beliau, apalah arti nya skill yang bagus kalau tidak didasari dengan semangat. Belajar dari pengalaman, saya selangkah demi langkah menjadi dewasa.

Memasuki dunia SMA berarti lebih mengenal lagi apa itu sepakbola. Jelas saja, 8 dari 10 anak laki-laki di sekolah pasti menyukai sepakbola. Obrolan seputar sepakbola sudah menjadi makanan sehari-hari, seperti ada yang kurang lengkap kalau sehari saja tidak menyinggung masalah itu :)))
Di SMA pula saya menemukan banyak orang yang mencintai Liverpool seperti saya. Bukan cuma asal mendukung, tapi benar-benar mengerti. Saya jadi ingat moment dimana saya terpesona dengan antusias para pendukung Liverpool pada malam itu. Saat tim kesayangan kita sedang terpuruk, kita menyanyi, berteriak, menaikan scarf, dan begitu sampai pertandingan nya selesai. Padahal kita tidak sedang menyaksikan Liverpool secara langsung, kita hanya melihat mereka lewat layar yang lebar. Saya benar-benar kagum. Ternyata jauh yang lebih mencintai Liverpool dibandingkan saya.
Tapi ada moment yang menyedihkan, saat saya tidak bisa menyaksikan Liverpool saat menjalani tour pra musim mereka di Indonesia. Hari itu bertabrakan dengan jadwal kuliah saya, dan dengan terpaksa harus menjual tiket yang sudah saya beli. Akibat nya saya hanya menonton lewat TV dan iri saat teman-teman saya memamerkan foto-foto mereka saat menonton dan bahkan saat menemui pemain nya secara langsung.

So, kenapa saya harus ke inggris?

Tentu nya semua orang yang mengikuti event ini punya tujuan yang sama seperti saya, yaitu bisa jalan-jalan ke inggris. Dan tidak mudah untuk saya untuk mencapai tujuan itu. Bermacam-macam alasan pun pasti dilontarkan oleh mereka yang mengikuti event ini. Alasan saya sendiri sederhana, saya ingin sekali melihat dan menikmati indah nya Inggris, menghirup bersih nya udara disana, sesekali memejamkan mata sambil dihembus dingin nya udara di Inggris. Terlelap di taman diantara bangunan-bangunan tua Inggris. Terlalu berlebihan tapi memang begitu yang sedang saya bayangkan sekarang J

Lebih spesifik dan tanpa mengurangi rasa kagum saya terhadap Inggris, tujuan saya mengikuti event ini tentu nya adalah bisa menapakkan kaki saya di rumput Anfield, berjalan mengitari sudut demi sudut stadion, mengabadikan beberapa moment saat saya sedang berada disana. Jika saja hari itu adalah hari keberuntungan saya, saya ingin menemui langsung semua pemain Liverpool, bertatap muka walaupun tidak bisa berbicara terlalu banyak karena kemampuan berbahasa Inggris saya yang minim dan juga coaching clinic untuk mengasah kemampuan bermain sepakbola. Tidak lupa untuk bersujud syukur atas karunia Tuhan dengan berlutut mencium rumput stadion Anfield.

Alasan lain nya saya mengikuti event ini adalah saya penggemar musik-musik dari Rolling Stones dan The Baetles. Kedua band ini sama-sama lahir di tanah Inggris. Liverpool dan The Beatles juga sudah seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Disana pula terdapat The Beatles museum dan Abbey Road yang harus dikunjungi. Sangat menarik jika bisa mengabadikan moment saat bergaya seperti para personel The Beatles saat berjalan di Abbey Road :))

Ayah saya juga mencintai band-band luar negeri, seperti Rolling Stones, The Beatles, Oasis, Aerosmith, dll. Kecintaan saya terhadap Rolling Stones lahir karena melihat Ayah saya. Di setiap sudut kamar nya terdapat foto-foto para personel nya. Di rak meja nya juga terdapat barisan kaset-kaset pemusik yang disukai nya. Jika mimpi nya belum tercapai, biarlah saya yang mewujudkan mimpi itu.


Demikianlah cerita dan sedikit curahan hati. Terima kasih Mister Potato telah memberi harapan untuk bisa mewujudkan mimpi saya :))















Selasa, 15 April 2014

Be Grateful

Kantin mulai terlihat ramai. Udara panas Bali rupa nya menambah panas suasana hati seseorang yang berada di ujung ruangan. Terlihat Nella wanita tomboy dengan rambut pendek nya memasang raut muka yang penuh kejengkelan. Sudah 10 menit berlalu sejak bel tanda istirahat berbunyi ia hanya duduk diam melihat Kelvin, pria blasteran indo – belanda menanggapi wanita – wanita yang sedari tadi mencoba mendapatkan perhatian nya.
“Apakah kau memanggil ku hanya untuk melihat mu dengan fans-fans fanatik mu ini?!” kata Nella sambil melempar  potongan pangsit yang baru saja dimakan nya mengenai kepala Kelvin.
“Hei, ada apa dengan mu?!” jawab nya sambil meminta para wanita itu untuk pergi. Logat dari darah keturunan barat nya masih sedikit terdengar.
Sejak acara festival band minggu lalu hingga sekarang Kelvin dan teman-teman nya jadi incaran para wanita. Band nya terpilih menjadi favorit pilihan penonton. Dia adalah teman Nella sejak kecil, orang tua mereka juga sudah akrab satu sama lain. Wajah nya juga bisa dibilang tampan, sesuai kriteria wanita – wanita yang menyukai pria tampan.
“Tidak ada kah cara yang lebih lembut, selain melempari ku dengan… pangsit?” Sambil membersihkan serpihan pangsit yang berhamburan di baju nya.
“Mungkin lain kali aku akan melempar mu dengan mangkok nya!” sahut nya jengkel. “Lalu apa tujuan mu memanggilku?”
“Ah betul juga, nanti sore kau ada rencana pergi?”
“Tidak ada, lalu?”
“Di depan toko buku sedang ada pembukaan Café baru, ah aku yakin mereka punya menu yang spesial” kata Kelvin
Nella menyipitkan mata nya. Ia mengerti ada maksud tersirat Kelvin mengiming – imingi nya dengan pembukaan sebuah café. Cara lama yang selalu ia pakai untuk membujuk Nella. “Sudahlah, katakan saja apa mau mu?”
“Ah rupa nya kau mengerti!” ekspresi senang terlihat di wajah Kelvin “Temani aku mencari pakaian untuk dance party besok malam”
Tepat seperti dugaan nya. Akhir – akhir ini, pesta dansa yang di adakan oleh Universitas mereka sedang ramai dibicarakan. Acara yang di adakan setahun sekali ini memang selalu populer.  
“Oh, kapan?” tanya nya datar
“Jam 3, nanti aku akan menjemput mu” jawab Kelvin “By the way, siapa pria yang sudah mengajak mu untuk acara besok?
“Tidak ada” sambil menghabiskan minum nya “Kau sendiri? Masih dengan Angel?”
Maybe”
Ada apa? Kau sudah mengajak nya bukan?”  Nella seperti ingin mencari tahu lebih
Ah sudahlah,” Kelvin beranjak dari tempat duduk nya “Kau sudah selesai? Aku akan membayar makanan ini dan kembali ke kelas, ada tugas yang harus ku kerjakan”
Yes please”  
                                                            ***
“Hey, apakah baju ini terlihat pantas untuk ku?” Tanya Kelvin sambil mengukur baju itu di badan nya. “Menurut mu motif ini bagus kan?”
Nella hanya mengerutkan dahi nya. Sudah berkali-kali Kelvin keluar masuk ruang ganti tapi tidak menemukan pakaian yang tepat. Menurut nya semua laki-laki itu sama saja. Mereka hanya tahu bagaimana cara memakai nya, tapi tidak punya selera yang bagus terhadap apa yang dipakai nya.
“Tidak” ia mengambil baju itu dari tangan Kelvin “Tunggulah sebentar, aku akan mencari kan satu untukmu”
Lalu Nella memilih satu dari sederet pakaian di samping nya. Ada satu pakaian yang menurut nya itu akan terlihat cocok dengan Kelvin.
“Cobalah” Sambil memberikan pakaian itu kepada Kelvin.
“Kau yakin?” tanya nya
“Ya, terlihat simple tapi tetap elegan dan stylish”
Kelvin mengambil pakaian itu dari tangan nella. Mengamati nya lalu mengukur nya.
“Sudahlah, cepat kau coba” ia mendorong Kelvin untuk masuk ke ruang ganti.
Sambil menunggu Kelvin, Nella melihat-melihat pakaian wanita yang digantungkan di sekitar nya. Ia tersenyum melihat pakaian lucu dengan aksesoris yang menempel disitu. Orang Bali memang pandai dan kreatif dalam menciptakan sesuatu.
“Mbak, saya mau cari dress dimana ya?” tepukkan tangan seseorang mengejutkan Nella
Ia mencari arah suara itu. Rupa nya seorang wanita dengan wajah manis Asia, berkulit putih dengan rambut panjang terurai yang baru saja memasuki butik itu mengira nya adalah seorang penjaga butik.
“Maaf, saya tidak tahu. Dan saya bukan seorang penjaga butik ini” Kata nya untuk meluruskan kesalah pahaman tadi.
“Oh maaf, maaf. Saya tidak tahu.” Wanita itu menundukkan kepala nya di depan Nella.
“Tidak apa –apa. Saya mengerti” Senyum Nella kepada wanita itu.
Wanita itu mengulurkan tangan nya, mencoba memperbaiki suasana “Saya Mika. Rumah saya tidak terlalu jauh dari sini. Kamu?”
“Nella” Ia menjabat uluran tangan Mika “Kau sedang mencari apa disini?”
“Oh betul juga” Mika memukul pelan dahi nya. “Mencari dress”
“Mau aku bantu? Kebetulan aku sedang menunggu seseorang juga”
“Benarkah? Tentu saja”  Ekspresi senang terpancar dari wajah Mika. 
Beberapa menit kemudian Kelvin keluar dari ruang ganti dengan baju pilihan Nella. Tangan nya menarik –narik bagian bawah baju nya. Seakan merasa ragu. “Sudah pantaskah?”  Tapi Nella hilang, tidak ada di depan ruang ganti. Setelah mencari beberapa lama, ia menemukan Nella dengan seorang wanita asing sedang mengukur baju di tubuh nya.
“Dasar wanita” Kelvin hanya menggelengkan kepala nya.
                                                            ***
Sejuk nya udara pantai Bali memang menghipnotis siapa pun yang berada disana untuk tetap  tinggal dan menikmati nya. Tidak jauh dari sana ada Restaurant yang menyajizakan makanan sangat lezat. Tepat nya di daerah Nusa Dua, Kuta Selatan. Dengan latar suasana pantai, Hong Xing menjadikan The Bay Bali terasa begitu istimewa. Setelah dari butik tadi, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar disana.
So,” Kelvin berbicara kepada Mika yang baru saja dikenal nya beberapa jam yang lalu “Kau hanya tinggal berdua dengan kakak mu saja?”
Mulut nya masih mengunyah makanan. Ia lalu mengambil air putih yang berada dia atas meja, meneguk nya dan mencoba membalas pertanyaan yang diberikan kepada nya.
“Betul. Sejak Papa ku bercerai, Ibu tinggal di luar negeri bersama dengan pacar baru nya” Balas nya
“Oh maaf  soal itu. Sebagai orang yang baru dikenal tidak seharusnya aku mendengar itu”
“Tidak apa, menurut ku kalian bukan orang yang jahat”  Bibir Mika melengkungkan senyuman “Mmm, ngomong-ngomong makanan ini enak sekali” “Selera mu terhadap makanan bagus”
“Tentu saja, di The Bay Bali ini selain menyediakan makanan lezat mereka punya banyak sekali tempat yang bagus. Kadang keluarga ku menghabiskan weekend bermain di The Pirates Bay” “Ah, mungkin lain kali aku akan mengajak mu makan bebek lezat di Bebek Bengil” Begitu semangat nya ia bercerita, Kelvin terdengar seperti sedang promosi.
Nella yang sedari tadi diam mendengarkan kedua orang itu berbicara, akhirnya mulai bersuara “Kalau aku boleh tahu, untuk siapa kau membeli dress itu” Nella menunjuk bungkusan di samping Mika
“Oh ini untuk Ibu ku. Besok ia akan datang ke Indonesia,” ia diam sebentar lalu melanjutkan “Aku ingin menghadiahi nya sesuatu”
Tiba – tiba bunyi dering ponsel menyita perhatian mereka. Tatapan mata Mika lalu tertuju pada tas yang tergeletak di kursi sebelah nya. “Sebentar ya” Mika menjauh dari meja tempat mereka duduk, setelah sekitar 3 menit ia kembali. “Maaf, seperti nya aku ada kepentingan lain. Aku tidak bisa berlama-lama disini”
“Oh tidak apa-apa kita juga sudah selesai disini. Betul kan?” Tangan Kelvin memegang pundak Nella. Pegangan nya terasa agak keras.
“Tentu saja, kita juga sudah..,” Seutas senyuman paksa seperti nya sedang di tunjukkan Nella “Selesai. Iya selesai”
“Biarkan aku yang membayar semua nya, kau tenang saja” Kelvin begitu antusias
“Terima kasih. Ini nomor ponsel ku, hubungi aku jika ada waktu luang” Mika menulis kan nya di tissue.
Setelah meletakkan nya di meja, Mika lalu meninggalkan mereka berdua. Sosok nya hilang begitu melewati pintu. Nella mengelus pundak nya. Ia menatap Kelvin dengan tatapan tajam seperti ingin membalas apa yang di lakukan dia kepada nya. Tapi Kelvin yang melihat Nella seperti itu hanya cengengesan. “hehehe maaf”
                                                            ***
Nella merebahkan tubuh nya ditempat tidur. Mengejap kan mata nya sejenak. Ia lelah setelah hari ini menemani Kelvin. Tapi perasaan nya tidak baik, ia terus memikirkan sesuatu. Nella lalu beranjak, berjalan menuju meja rias nya. Ia bercermin. Tangan nya menyetuh bagian atas tubuh nya, pipi. “Apa aku kurang menarik?” Ia berbicara pada cermin di depan nya lalu menatap meja. Hanya ada sekotak peralatan rias yang masih tersimpan rapi. Belum pernah tersentuh. “Apa yang membedakan aku dengan wanita lain nya? Apa semua pria menyukai wanita yang feminim?” Besok adalah hari pesta dansa. Tentu nya sebagai wanita, ia iri melihat wanita lain sudah mendapat pasangan di hari itu.
Nella lalu meraih kotak peralatan rias itu. Membuka nya lalu mengambil satu per satu alat rias. Ia hanya diam. Bahkan untuk berias saja dia tidak bisa. Dilempar nya kotak itu ke lantai, lalu ia kembali merebahkan diri nya di tempat tidur.

                                                            ***
Suasana di ruangan itu mulai penuh dan ramai. Glamour nya pesta dansa itu terlihat seperti seluruh orang yang berada disana layak nya Prince and Princess dunia Disney. Semua terlihat anggun dan menawan. Diiringi alunan musik romantis begitu membuat semua nya terasa sempurna.
Kelvin mengangkat gelas nya, meneguk minuman yang sedari tadi di genggam nya. Mata nya menatap setiap sudut ruangan mencari seseorang, sahabat nya. Nella belum juga terlihat diantara kerumunan ini.
“Kau melihat Nella?” Tanya nya pada George seorang teman yang berada di samping nya.
“Tidak” Jawab nya
“Oh, thank  you”
Ia lalu keluar dari ruangan. Tangan nya meraih ponsel dari saku celana nya, mencoba menghubungi Nella. “Sial” tapi ponsel nya tidak bisa di hubungi.
                                                            ***
Ia berjalan menyusuri tepian pantai, diiringi dengan mentari senja di ufuk barat. Pasir dan air laut membuat gaun nya terasa basah dan ternoda. Ia tidak perduli, hanya terus berjalan dan kemudian memilih duduk di bangku kosong di dekat nya.
Mata nya sendu. Sejauh pandangan nya ia hanya melihat beberapa orang melakukan aktivitas pantai di sore hari, dan sekumpulan keluarga yang sedang menghabiskan waktu nya disana. Senang nya.
“Kenapa semua orang terlihat bahagia, saat aku tidak” ia cemburu
Belum lama ia terbawa oleh suasana, tepukan pundak seseorang membuat kesadaran nya kembali.
“Nella, what are you doing here?” Sapa orang itu dengan logat khas orang barat. Suara itu begitu familiar di telinga nya.
“Kelvin?” Ia menoleh “Apa yang kau lakukan disini?”
“Sejak tadi aku mencari mu, aku khawatir karena kau belum juga hadir di pesta dansa”
“Oh”
“Kenapa kau tidak mengikuti pesta nya? Disana sudah mulai ramai” Tanya nya
“Pesta hanya untuk orang yang sedang bahagia. Aku tidak”
“Maksud mu?” Kelvin mencoba mencari tahu apa yang dimaksud Nella
“Aku tidak punya pasangan, tidak ada yang mau berdansa dengan ku” Jawab nya lirih. Tatapan nya tertuju kedepan, pada matahari yang hampir terbenam.
Kelvin hanya tersenyum mendengar perkataan nya. Ia lalu duduk di samping Nella. Ikut menyaksikan redup nya sang mentari.
“Apa kau tahu, hari ini tepat 5 tahun ibu ku meninggal. Pergi untuk selama nya”
Nella menatap Kelvin, terlihat bingung dengan apa yang di katakan nya.
“Kau ingat sekarang tanggal berapa?”
Ia semakin tidak mengerti apa maksud dari perkataan nya. Ia hanya menjawab sekena nya
“22 Desember”
Kelvin lalu menoleh. Menatap Nella dalam.
“Kau tidak bahagia hanya karena kau tidak memiliki pasangan di hari pesta dansa. Some people don’t have a mother’s on mother day”
Nella tersentak dan terdiam. Perkataan nya begitu tajam dan jujur. Ia tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Kelvin. Sesaat ia merenung dan berpikir, ia baru menyadari apa yang dimaksud Kelvin. Kebahagiaan itu mensyukuri apa yang kita punya. Bahkan ia lupa kalau hari itu adalah hari Ibu.
“Kelvin benar, seharus nya aku tidak seperti ini. Seharus nya aku lebih bersyukur” Dalam hati Nella berkata.
Nella menatap Kelvin. Senyum simpul terpancar dari bibir nya. “Terima kasih, Kelvin”


 Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! www.thebaybali.com




Minggu, 09 Februari 2014

Curcol sedikit



                Hallo! Long time no Blog…
Sudah beberapa hari ini gue gak posting, karena terlalu banyak yang harus dikerjakan blog gue jadi terlantarkan #selonjoran #ciumin

Hari ini gue mau ngomongin apa ya? Ah.. yang pasti gue gak mau ngebahas mantan ya. Menurut gue, ngebahas mantan atau menyelipkan sesuatu yang berbau mantan pada saat sedang melakukan kegiatan lainnya atau curcol (curhat colongan) itu berarti tanda-tanda bahwa saat itu ada kemungkinan seseorang mengharapkan sesuatu yang dulu sudah berakhir untuk dimulai kembali.

#Ribet

Jauh lebih penting daripada ngebahas mantan, gue mau ngasih tau kalo ada gossip coboy junior bakal dibubarin. Mungkin karena si personil yang rambut nya sampe nutupin mata (udah kayak anak kampung atau mungkin dia adalah reinkarnasi andika kangen band yang telah lama hilang) itu potong rambut. Karena kejadian tersebut, maka pada saat itu timbulah perselisihan. Kira-kira seperti inilah dalam bayangan gue:
(Setelah potong rambut)
Personil 1: “rambut lu kenapa dipotong? Lu tau kan kalo rambut lu itu aset boyband kita”
Si  pemilik rambut: “sorry bro, gue udah bosen jadi anak alay, gara-gara rambut itu mata gue jadi         kena katarak.”
Personil 3: “Tapi bro…”
Si pemilik rambut: “Tapi apa? TAPI APA! JAWAB  AKU MAS.. JAWAB! Jadi kalian lebih memilih rambut daripada diriku ini? Tinggalkan aku sendiri!
Personil 1: “Bro lu gak apa-apa?”
(lalu semua diam)

Kayak nya gak gitu juga deh ya… lagi pula sebelumnya kayak nya gue gak pengen ngebahas boyband juga..

                Oke ulangin.

                Jauh lebih penting daripada ngebahas mantan, gue mau ngasih tau kalo sebenernya gue lagi sibuk menyelesaikan sesuatu yang lebih hebat dari menulis blog. Sesuatu yang nanti nya akan membuat blog gue juga jadi tempat nongkrong orang-orang yang tersesat yang tidak tau bagaimana menggunakan paket unlimited mereka dengan baik. Yang lebih hebat nya, jika memang Tuhan menghendaki gue sukses di bidang ini, hasil dari apa yang gue kerjakan akan dibukukan dan semua orang bisa membaca nya HAHAHAHAHAHA #TertawaAlaMusuhnyaPowerRanger

                ..HENING..

Kok gak ada yang tepuk tangan sih?
Yaudah deh.. yaudah..
So, thank you for listen my curcol guys!